
NATUNA – Dalam rangka memastikan kelayakan dan standar kesehatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Danramil 06/Serasan Kapten Inf. Hasan Basri bersama Kapolsek Serasan Iptu Agus Mulyakin, S.Psi, Camat Serasan Esas Erwansyah, S.Pd, serta Ahli Gizi Kabupaten Natuna melaksanakan pengecekan dapur MBG di Desa Batu Berian, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan pengelolaan dapur MBG berjalan sesuai standar kesehatan, kebersihan, serta kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Danramil 06/Serasan Kapten Inf. Hasan Basri mengatakan bahwa pengecekan dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Pengecekan ini bertujuan memastikan dapur MBG dikelola secara higienis, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan bahan makanan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan makanan yang sehat dan layak konsumsi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang meliputi kebersihan dapur, sistem penyimpanan bahan makanan, kelayakan alat masak, serta sanitasi lingkungan dapur. Selain itu, petugas juga memastikan penerapan standar higiene dan sanitasi oleh pengelola dapur telah sesuai dengan ketentuan.
Kapolsek Serasan Iptu Agus Mulyakin, S.Psi menegaskan bahwa sinergitas lintas sektor sangat penting dalam mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal.
“Kami bersama unsur Forkopimcam dan tenaga kesehatan melakukan pengawasan langsung untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar. Hal ini penting agar program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan lingkungan, tim juga melakukan pengecekan kualitas makanan melalui uji organoleptik, yakni pemeriksaan menggunakan indera untuk menilai bentuk, warna, aroma, dan rasa makanan guna mendeteksi adanya perubahan atau indikasi makanan tidak layak konsumsi.
Ahli Gizi Kabupaten Natuna yang turut hadir menjelaskan bahwa pengujian juga dilakukan melalui pemeriksaan kandungan bahan makanan.
“Kami melakukan pengujian secara organoleptik serta memastikan bahan makanan bebas dari zat berbahaya seperti formalin, arsen, sianida, maupun nitrit. Selain itu, kami juga memverifikasi proses pengolahan makanan mulai dari bahan baku hingga distribusi,” jelasnya.

Leave a Reply