
NATUNA – Babinsa Kelurahan Sedanau Koramil 03/Sedanau, Serka LP Manurung, menghadiri kegiatan Rembuk Stunting dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Bunguran Barat Tahun 2026 untuk perencanaan anggaran Tahun 2027.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Bunguran Barat, Kamis (22/01/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, DPRD Kabupaten Natuna, TNI-Polri, perangkat desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi terkait.
Musrenbang tingkat kecamatan ini merupakan tindak lanjut dari musrenbang desa dan kelurahan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Camat Bunguran Barat, Bahtiar, S.Pd.SD, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum penting untuk membahas dan menyepakati skala prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan Bunguran Barat.
“Musrenbang ini merupakan tindak lanjut dari musrenbang tingkat desa dan kelurahan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Harapan kita, seluruh usulan pembangunan yang telah disampaikan dapat dibahas bersama dan direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas,” ujar Bahtiar.
Sebelum pelaksanaan Musrenbang, kegiatan diawali dengan pemaparan data stunting oleh Puskesmas Sedanau. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pada tahun 2024 terdapat 68 anak mengalami stunting di Kecamatan Bunguran Barat. Berkat upaya pemberian gizi dan sosialisasi kepada masyarakat, angka tersebut menurun signifikan.
“Berdasarkan rekap data terakhir pada Agustus 2025, jumlah anak stunting di Kecamatan Bunguran Barat tersisa 37 anak. Kami menargetkan angka ini dapat segera diturunkan hingga tidak ada lagi anak yang mengalami stunting,” jelas perwakilan Puskesmas Sedanau.
Namun demikian, upaya pencegahan stunting masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya rendahnya kesadaran orang tua untuk datang ke posyandu, kondisi beberapa bangunan posyandu yang rusak, serta keterbatasan akses dan biaya transportasi di wilayah tertentu.
Sementara itu, Kepala BP3D Kabupaten Natuna yang diwakili Asmir menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengakomodir usulan pembangunan dari desa dan kelurahan.
“Kami akan berupaya mengakomodir seluruh perencanaan program dan usulan yang telah disampaikan dalam musrenbang ini. Walaupun terdapat keterbatasan anggaran akibat kebijakan pemerintah pusat, program yang menjadi prioritas utama dan kebutuhan mendesak masyarakat akan diupayakan terlebih dahulu,” ungkap Asmir.
Pada sesi Musrenbang, masing-masing desa dan kelurahan di Kecamatan Bunguran Barat memaparkan usulan pembangunan untuk Tahun Anggaran 2027, meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, pelabuhan, sarana ibadah, penerangan jalan, hingga sarana sanitasi.
Babinsa Kelurahan Sedanau, Serka LP Manurung, menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap perencanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendukung penuh program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanganan stunting. Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pembangunan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar Serka LP Manurung.
Kegiatan Rembuk Stunting dan Musrenbang Tingkat Kecamatan Bunguran Barat tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta dihadiri sekitar 50 orang peserta.

Leave a Reply